Info Bollard Pelabuhan dan Area Industri: Fakta, Fungsi, dan Harga Asli
16 Oct 2025
Di setiap pelabuhan di Indonesia, ada satu komponen yang mungkin terlihat sepele tapi jadi penentu keselamatan kapal besar yaitu bollard pelabuhan. Saat tali mooring kapal menarik dengan beban ratusan ton, semua gaya itu berpindah ke dermaga lewat satu titik kecil di kepala bollard. Tanpa desain dan pondasi yang tepat dan kuat, risiko kerusakan struktur pelabuhan bisa sangat besar.
Selama ini banyak orang mengira bollard hanya digunakan di pelabuhan, padahal fungsinya sudah jauh lebih luas. Di area industri, bandara, terminal logistik, hingga kawasan pergudangan, bollard juga berperan penting sebagai pelindung struktur dari benturan kendaraan berat. Desainnya disesuaikan dengan kondisi lapangan mulai dari bollard pipa baja padat yang ditanam di beton, hingga tipe ductile iron berlapis coating epoxy untuk ketahanan jangka panjang. Perluasan fungsi inilah yang kini membuat bollard menjadi komponen standar di berbagai fasilitas industri modern.
Seiring berkembangnya proyek pelabuhan dan kawasan industri di Indonesia, kebutuhan bollard berkualitas dari pabrikan terpercaya makin tinggi. Sekarang bollard bukan hanya digunakan di pelabuhan, tapi juga di jalan raya, terminal, hingga area keamanan publik.
Artikel ini akan membahas lengkap fungsi teknis, jenis-jenis bollard, tips memilih kapasitas yang sesuai, hingga kisaran harga bollard di Indonesia tahun 2025, termasuk di mana mendapatkan produk berstandar internasional langsung dari pabrik resmi PT Dhimas Mitra Internasional.
Apa Itu Bollard Pelabuhan dan Fungsinya?
Bollard adalah tiang pendek dari baja, besi tuang, atau beton yang dipasang secara permanen di permukaan keras untuk menahan gaya tarik atau benturan, awalnya untuk menambatkan kapal di pelabuhan, kini juga digunakan sebagai pelindung dan pembatas area di darat.
Jenis Bollard Pelabuhan dan Fungsinya
Dalam konteks penggunaan bollard maritim, bollard dibedakan menjadi beberapa tipe utama:
- T-Head Bollard: Desain kepala berbentuk 'T', fleksibel hingga sudut tali ±70°, cocok untuk kapal besar.
- Horn Bollard: Dua 'tanduk' di kepala memungkinkan pengikatan multiline, ideal di dermaga ramai. Single Bitt (Pillar): Bentuk silinder vertikal sederhana, umum di dermaga kecil dan ponton.
- Double Bitt: Dua tiang sejajar dalam satu baseplate, menahan beban mooring sangat besar.
- Kidney dan Cleat Bollard: Kompak untuk marina dan kapal wisata.
- Custom Bollard: Desain khusus dengan sistem anchorage tertanam di beton sesuai beban desain.
Kapasitas bollard di Indonesia umumnya berkisar 15-150 ton, disesuaikan dengan ukuran kapal dan sistem mooring nya sendiri.
Faktor Teknis yang Menentukan Kinerja Bollard
Daya tahan bollard tidak hanya ditentukan oleh kekuatan material, tetapi juga pondasi dan cara pemasangan. Beberapa kesalahan teknis yang sering muncul di lapangan antara lain:
- Mutu beton rendah - Idealnya K-350 atau lebih, karena gaya vertikal bisa menimbulkan retak pada beton biasa.
- Anchor bolt terlalu pendek - Panjang efektif minimal 35 cm agar gaya tarik terserap sempurna.
- Sudut tali tambat salah hitung - Saat pasang surut ekstrem, tali bisa tarik hingga sudut 70°, menambah gaya vertikal.
- Grouting tidak rata - Ketebalan tak seragam bikin baseplate miring dan beban tak seimbang.
- Coating tidak dirawat - Lingkungan laut mempercepat korosi; pemeriksaan lapisan cat tiap dua tahun itu wajib.
Material Bollard Pelabuhan dan Standar Internasional
Tiga material utama yang digunakan:
- Cast Steel (baja tuang): Kuat dan tahan benturan, cocok untuk pelabuhan besar.
- Ductile Iron (besi ulet): Lebih fleksibel, tidak mudah patah getas, cocok untuk kondisi pasang surut ekstrem.
- Fabricated Steel: Dari pelat baja las, fleksibel untuk desain custom proyek EPC.
Standar acuan umum:
- PIANC WG33 (panduan desain bollard internasional)
- BS 6349-4 (2014) (desain fasilitas tambat)
- ASTM A27/A536 (material cast steel & ductile iron)
Semua aspek di atas menentukan bukan hanya daya tahan bollard, tapi juga umur struktur dermaga secara keseluruhan, inilah alasan kenapa bollard tidak bisa dipilih hanya berdasarkan harga.
Kesalahan Umum yang Ada di Lapangan
Hasil audit di beberapa proyek pelabuhan menunjukkan kesalahan berulang:
- Anchor tidak dikunci torsi sesuai spesifikasi.
- Pondasi di bawah mutu beton desain.
- Grouting terlalu tipis atau mengeras tidak rata.
- Bollard dipasang terlalu dekat bibir dermaga.
- Tidak ada inspeksi coating setelah instalasi.
Sebagian besar kegagalan terjadi bukan karena kualitas bollard nya jelek, tapi karena pemasangan dan pondasi tidak sesuai pedoman teknis.
Penggunaan Bollard di Area Non-Maritim
Di sektor industri, bollard biasanya diproduksi menggunakan material baja karbon padat atau ductile iron dengan sistem anchor tertanam di pondasi beton bertulang. Beberapa proyek EPC besar di Indonesia seperti terminal bahan kimia, gudang logistik, hingga fasilitas manufaktur kendaraan kini telah mengadopsi bollard industri sebagai pelindung dinding, tangki, dan peralatan berisiko tinggi. Penggunaan tipe ini terbukti menurunkan kerusakan akibat benturan hingga 60% dibanding sistem pelindung konvensional.
Penggunaan bollard sekarang jauh lebih luas tidak hanya di pasang di area pelabuhan, bollard kini diproduksi untuk melindungi beberapa area industri non maritim, mencakup:
- Fasilitas industri & gudang logistik: Melindungi dinding, tiang, atau tangki dari benturan forklift dan truk.
- Area keamanan: Tipe anti-ramming mampu menahan tabrakan kendaraan 6-12 ton sesuai standar ASTM F2656.
- Bandara & terminal: Pengatur lalu lintas dan pembatas area aman.
- Ruang publik: Bollard beton atau stainless digunakan sebagai pembatas pejalan kaki yang juga punya fungsi estetika.
Harga Bollard Pelabuhan di Indonesia (Update 2025)
Harga bollard pelabuhan dan area industri di Indonesia sangat bervariasi tergantung kapasitas beban dan standar desain yang diterapkan. Berikut perkiraan kisaran harga per unit untuk tahun 2025:
- Kapasitas 15-25 ton → Tipe Single Bitt atau Horn, material ductile iron.
Range harga: Mulai dari Rp 4.500.000 - Rp 7.000.000 per unit.
- Kapasitas 35-50 ton → Umum untuk dermaga sedang, tipe T-Head atau Double Bitt. Material ductile iron atau cast steel.
Range harga: Mulai dari Rp 8.000.000 - Rp 12.000.000 per unit.
- Kapasitas 70-100 ton → Digunakan untuk pelabuhan besar dan terminal curah. Biasanya tipe T-Head heavy-duty dengan material cast steel.
Range harga: Mulai dari Rp 13.000.000 - Rp 18.000.000 per unit.
- Kapasitas 125-150 ton → Untuk dermaga besar. Umumnya tipe Double Bitt heavy-duty.
Range harga: Mulai dari Rp 20.000.000 - Rp 30.000.000 per unit.
- Kapasitas 125-150 ton → Untuk dermaga besar. Umumnya tipe Double Bitt heavy-duty.
Range harga: Mulai dari mulai dari Rp 35.000.000 per unit, tergantung desain dan spesifikasi.
Harga bollard pelabuhan di Indonesia umumnya berbeda antar proyek karena faktor desain dan lokasi pengiriman.
Faktor yang Mempengaruhi Harga
Ada beberapa hal yang membuat harga bollard berbeda antar proyek:
- Material utama: Ductile iron cenderung lebih mahal dari cast steel, tapi lebih lentur dan tahan deformasi.
- Sistem coating: Kombinasi epoxy primer dan polyurethane topcoat bisa menambah biaya 5-10%.
- Kelengkapan paket: Bila bollard sudah termasuk anchor bolt, baseplate, dan grouting kit, harga bisa naik 10-15%.
- Lokasi proyek: Pengiriman ke wilayah seperti Kalimantan, Maluku, atau Papua bisa meningkatkan biaya hingga 25-30% karena logistik.
- Uji tarik (proof load test): Jika proyek mensyaratkan sertifikat uji tarik lapangan, biayanya ikut menambah harga akhir.
Produk Lokal vs Impor
Produk lokal seperti PT Dhimas Mitra Internasional umumnya 10-25% lebih hemat dibanding produk impor. Keunggulan lokal: waktu produksi cepat, pengiriman fleksibel, dan dukungan teknis langsung di lapangan.
Produk impor: lead time lebih lama, biaya tinggi, dan garansi terbatas.
Panduan Memilih Bollard Pelabuhan yang Tepat
- Kapal besar atau dermaga besar → pilih T-Head atau Double Bitt.
- Kapal kecil atau dermaga kecil → cukup Single Bitt.
- Gudang atau pabrik → gunakan Safety Bollard pipa baja padat.
- Area publik → stainless/beton dekoratif.
- Keamanan tinggi → anti-ramming bollard (ASTM F2656).
Pastikan juga:
- Beton pondasi minimal K-350
- Anchor bolt grade 8.8 ke atas
- Coating sistem epoxy primer + polyurethane topcoat 3 lapis
Bollard Pelabuhan Produksi Lokal Berstandar Internasional
Produsen bollard seperti PT Dhimas Mitra Internasional kini mampu memproduksi bollard berstandar internasional (PIANC & ASTM) kapasitas 15-150 ton dengan opsi custom untuk proyek EPC.
Produk lokal ini bukan hanya unggul di harga, tapi juga dalam dukungan teknis, mulai dari perhitungan beban, desain pondasi, hingga pengujian proof load di lapangan.
Untuk kontraktor dan BUMN, kelebihan utama produk lokal ada pada efisiensi biaya, lead time cepat, serta kemudahan koordinasi teknis.
FAQ - Tentang Bollard:
Q: Apa fungsi utama bollard di pelabuhan?
A: Bollard berfungsi sebagai titik pengikat tali tambat kapal ke dermaga. Komponen ini menahan gaya tarik besar akibat arus, angin, dan pergerakan kapal agar posisi kapal tetap stabil saat sandar.
Q: Apa saja jenis bollard yang umum digunakan?
A: Jenis yang paling sering digunakan antara lain T-Head, Horn, Single Bitt, Double Bitt, dan Kidney Bollard. Masing-masing tipe punya kapasitas dan karakter kerja yang berbeda sesuai ukuran kapal dan desain dermaga.
Q: Dari material apa bollard biasanya dibuat?
A: Bollard umumnya dibuat dari cast steel, ductile iron, atau fabricated steel. Cast steel kuat dan kaku, ductile iron lebih lentur, sementara fabricated steel cocok untuk desain custom dan kapasitas besar.
Q: Berapa kisaran harga bollard di Indonesia tahun 2025?
A: Harga bollard bervariasi antara Rp 4,5 juta hingga Rp 30 juta per unit, tergantung kapasitas beban, material, dan sistem coatingnya. Untuk proyek custom EPC atau LNG Jetty, harganya bisa mencapai Rp 35 juta ke atas.
Q: Apakah bollard hanya digunakan di pelabuhan?
A: Tidak. Bollard juga banyak digunakan di area industri, terminal, bandara, dan fasilitas keamanan sebagai pelindung struktur dari benturan kendaraan atau sebagai pembatas zona aman.
Untuk pelengkap sistem tambatan dermaga, Anda juga dapat melihat produk pelindung dermaga berikut:
- Rubber Fender - Pelindung Dermaga Standar Internasional
- Elastomer Bearing Pad - Penopang Struktur Jembatan & Dermaga
Tentang PT Dhimas Mitra Internasional
PT Dhimas Mitra Internasional adalah pabrikan nasional yang bergerak di bidang rubber engineering, material teknik, dan sistem insulasi industri.
Perusahaan ini menaungi tiga brand utama, yaitu:
- King Protect Indonesia: yang berfokus pada produksi komponen karet teknik dan infrastruktur seperti Rubber Loading Dock, Rubber Fender, Elastomer Bearing Pad, serta berbagai produk rubber industrial safety.
- King Insulation Indonesia: yang mengembangkan material insulasi modern seperti XPS Foam Sheet, PU Spray Foam, dan berbagai solusi efisiensi energi untuk proyek bangunan dan fasilitas industri.
- King Material Indonesia: yang menyediakan material advertising dan packaging seperti Polyfoam, KD Board, PVC Foam Board, Acrylic Sheet, dan produk visual display lainnya.
Dengan fasilitas produksi di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali, serta tim teknik berpengalaman di proyek pelabuhan, EPC, dan konstruksi nasional, PT Dhimas Mitra Internasional berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi, waktu produksi cepat, dan dukungan teknis profesional ke seluruh Indonesia.
Harga asli bollard di tahun 2025 sangat bergantung pada material, sistem coating, serta desain pondasi yang digunakan. Sebagai pabrikan nasional, PT Dhimas Mitra Internasional memberikan solusi harga langsung dari pabrik tanpa melalui distributor, sehingga kontraktor dan instansi pemerintah bisa mendapatkan estimasi biaya yang lebih realistis sesuai kebutuhan proyek. Selain itu, tim teknis Dhimas Mitra juga menyediakan dukungan desain dan pengujian beban (proof load test) di lapangan agar setiap bollard memenuhi standar keamanan internasional.
Kesimpulan
Bollard bukan sekadar tiang tambat di dermaga. Ia adalah bagian vital dari sistem keselamatan pelabuhan dan industri. Satu kesalahan kecil di pondasi atau instalasi bisa berakibat mahal. Memahami tipe, kapasitas, standar, dan kisaran harga membantu perencana dan kontraktor menentukan solusi paling efisien. Dan di tengah meningkatnya proyek infrastruktur pelabuhan di Indonesia, kolaborasi dengan pabrikan lokal berpengalaman seperti PT Dhimas Mitra Internasional menjadi langkah strategis untuk menjaga mutu, waktu, dan biaya proyek tetap optimal.
Hubungi tim PT Dhimas Mitra Internasional di WA +62 821-3165-8840 untuk konsultasi desain dan penawaran harga bollard terbaru tahun 2025.
Sumber Referensi:
- PIANC WG33 - Guidelines for the Design of Bollards
- BS 6349-4 (2014) - Design of Berthing and Mooring Facilities
- ASTM F2656 - Standard Test Method for Vehicle Crash Testing of Perimeter Barriers
- ESC Steel Marine Systems - Mooring Bollards Types and Applications
- TT Club - Safe Mooring: Focusing on Bollards
- ResearchGate (2024) - Failure Analysis and Mechanical Behaviour of A60 Steel Bollards Used in Port Infrastructure
